Mengapa sekalipun pemerintah telah memasang peringatan bahwa merokok dapat membunuh , namun para penggemar rokok tetap saja melakukan hisap rokoknya dengan nikmat.
Apakah alasannya hingga mereka tidak perduli terhadap anjuran pemerintah yang mengingatkan adalah lebih aik jika tidak merokok...?
Ada pomeo yang tidak terpuji , katanya jika seorang pria tidak merokok maka mereka bukanlah pria sejati.
Dimana kebenaran ini..?
Padahal kita lihat juga bahwa hal merokok inipula yang telah digabdrungi oleh kaum hawa , sehingga justeru memperlihatkan perilaku yang kurang menguntungkan bagi pribadinya.
Wanita menghispa rokok.
Hal demikian sangat banyak ditemui diantara wanita malang , yang kebanyakan hidupnya bermasalah. Sehingga peneletian membuktikan bahwa wanita yang mengidappenyakit selalu ingin merokok adalah wanita yang banyak masalah hidupnya dan sedang mencari jalan keluar dengan tindakan tersebut.
Bagi wanita memang menjadi sangat ekstrem perilkau demikian ini.
Beda dengan kaum pria , justeru sedang memperlihatkan lambang bahwa dia adalah seorang pria sejati.
Dan iuni hebungannya dengan minuman yang disebut kopi.
Kata mereka kedua benda itu akan membawa mereka pada tingkat hidup yang lebih nyaman.
Kopi , kita tahu memberi efek racun kepada tubuh lewat unsur caffein serta rokok efek nikotine yang membahayakan kesehatan paru-paru si penggemar rokok tersebut.
Disemua tempat pemerintah telah menyediakan are khusus bagi para perokok agar tidak menganggu mereka yang tidak merokok.
Keseriusan pemerintah diperlihatkan dalamsetiap penerbangan yang mengumumkan bahwa penerbangan ini adalah penerbangan bebas asap rokok. Artinya tidak diperkenankan merokok selama dalam penerbangan.
Demikain juga diarea publik lainnya , mereka pesuka rokok telah diberi tempat untuk menikmatinya dengan tidak merugikan orang lain.
Sebab kita kenal sekarang ada banyak orang tidak merokok justeru diserang penyakit paru-parunya, sebagai akibat orang lain yang merekokok bersebbelahan dengan dia.
Itulah penyakit yang diakibatkan dia ( bukan perokok ) namun disebut sebagai perokok passip.
Jika ini yang terjadi maka sangat disayangkan. Mereka yang tidak menikmati rokok justeru menikmati penyakit kanker paru paru , lantaran dampak asap yang didapat sepanjang hari diarea terbuka.
Sesungguhnya jika kita semua mau memerangi maslah mrokok ini , pememrintah harus tegas melakukan upaya terpuji. Tutup saja pabrik rokok lokal , lalu kebijakan import rokok pun ditutup.
Kebun tembakau pun mesti ditutup.
Tetapi hitung punya hitung , maka penerimaan negara dari setor Cukai tembakau serta pajak atas penjualan rokok tersebut akan anjlok. Serta juga para petani tembakau akan kehilangan pekerjaan.
Memang sanagt dilematis.
Namun bagi saya jika kita mengimani bahwa merokok sangat mengancam jima seseorang , mengapa juga dipertahankan keadaan ini.
Masalah keuangan negara berkurang dari sektor Cukai serta penerimaan Pajak Penjualan atas rokok tersebut , tentu saja pemerintah bisa mensubsitusi dengan obyak lain yang memang patut dikenakan pajak atau mungkin juga cukai.
Semoga saja semua ini mendapat perhatian pemerintah dalam upaya menyelamatkan bangsanya dari serangan penyakit paru-paru yang dapat mematikan tersebut.
